Ngeblog Yuuuuk….


Pastinya bukan hanya satu atau dua orang yang pernah bilang, “Kalau mau melihat kepribadian seseorang, lihatlah isi blognya. Lihatlah apa yang ditulisnya dan dari situ kau bisa mendapat gambaran tentang orang itu.” Dengan kemajuan teknologi, menulis di sebuah blog sepertinya sudah menjadi trend di jaman teknologi maju ini. Dengan menulis di blog, orang bisa mengeluarkan apa saja yang ada dalam isi kepala dan hati mereka. Tak heran bila perrtumbuhan blog setiap detiknya begitu cepat. WordPress sendiri selalu mencatat jumlah blog wordpress yang dibuat oleh orang-orang di dunia perdetiknya.

Fungsi blog sangat fleksibel dan beragam. Blog bisa menggantikan teman curhat yang tidak selalu ada bila dibutuhkan. Blog pun bisa menjadi tempat untuk menyampaikan berita, tempat aktualisasi diri dalam dunia tulis menulis dan seni hingga sampai hal-hal yang khas dilakukan para single, yaitu sebagai tempat untuk memuja sang pujaan hati kala jatuh cinta dan juga tempat menangis kala putus cinta. Bahkan blog pun bisa juga menjadi tempat untuk bertukar pikiran bagi persoalan yang membutuhkan jalan keluar, tapi yang terakhir ini punya satu syarat; blog tersebut sudah dikenal dan mempunyai jaringan yang luas.

Saking pentingnya menulis di blog, kepada seorang teman yang selalu bercerita panjang lebar mengenai berbagai masalah dalam pekerjaannya, saya hanya bisa bilang, “Loe bikin blog aja deh…” Terus terang saran seperti itu bukan semata-mata agar saya dapat segera terbebas dari status “tempat sampah”, tetapi dengan membuat blog maka status dirinya pun akan meningkat… ceilaaaa…ehm….ehm…uhuk…huuek…(aduh malah jadi keselek..)… Ya iyalaaah….Blogger gitu loh…

Ketika sudah menjadi blogger, hal menarik yang biasa dilakukan seorang blogger adalah blog walking. Ketika blog walking itu, kita dapat melihat bahwa blog tidak hanya dapat berfungsi sebagai tempat curhat alias on line diary ataupun tempat melemparkan berbagai ide dan gagasan. Tetapi blog pun dapat menjadi sarana ampuh untuk menghasut, memfitnah bahkan untuk menjelekkan seseorang yang tak disuka.

Ketika iseng-iseng saya mengetik sebuah nama sahabat lama yang berprofesi sebagai pengajar, saya dapati namanya berada di urutan pertama pencarian yang dilakukan oleh mbah Google. Wah kok bisaaaa? Ya bisa aja thoo…. Hal itu karena blog yang kebetulan memuat nama sang sahabat menduduki peringkat pertama hasil pencarian, jadi otomatis namanya pun ikut terpampang.

Lalu apakah hal itu membanggakan? Tergantung. Apa dulu yang ditulis dalam blog itu. Celaan atau pujiankah, dan kebetulan sang sahabat ini masuk ke dalam kategori pertama. Eks mahasiswanya yang merasa sakit hati, menuliskan kembali kata-kata yang sahabat saya ucapkan di dalam kelas dalam blog miliknya yang kebetulan sudah (meminjam istilah masbadar) “beranting dan bercabang.” Untuk menuntaskan rasa sakit hatinya, ia menuliskan pula nama sang dosen yang dibencinya tersebut dengan lengkap. Jadilah semuanya menjadi tuntas..tas…tas…. Dengan begitu, seluruh dunia bisa tahu apa yang telah terjadi di dalam kelas. Ternyata jaman sudah berubah. Mungkin waktu jaman saya, seberapa pun menyesakkannya sang dosen, saya hanya bisa ngomongin di antara teman dekat. Berbeda dengan jaman sekarang, hampir setiap mahasiswa mempunyai senjata ampuh bernama blog.

Kesalahan “fatal” sang sahabat adalah ia tidak mempunyai blog. Andaikan ia mempunyai blog juga, ia akan mempunyai hak jawab. Setidaknya ia bisa mengcounter pernyataan yang telah menyudutkan dirinya dalam blognya sendiri. Tentunya dengan cara yang lebih elegan dan berkelas serta tidak perlu ganti menyebut nama. Mungkin bentuknya adalah lebih ke klarifikasi. Memang kekuatan sebuah blog itu sebegitu dahsyatnya untuk membentuk opini publik, menjustifikasi, mengabarkan sebuah berita dan lain sebagainya, terutama bila blog tersebut sudah mempunyai banyak jaringan yang luas.

Bila efek blog tidak begitu dahsyat, mana mungkin negara China sampai pernah menangkap seorang warga negaranya hanya karena memposting komentar kritis di blognya. He Weihua, nama blogger itu, sebelumnya pernah disuntik secara paksa oleh anggota Biro Keamanan Negara di rumah sakit jiwa pada Desember 2004.  Dan pada bulan September 2006 lalu, ia dicegat sepeda motor, dan diperingatkan untuk tidak meneruskan aktivitas internetnya. Hmm..hebat bukan?

Bila Anda kebetulan akan menjadi seorang blogger, jadilah blogger yang bermanfaat bagi orang lain. Isi dalam blog Anda setidaknya bisa menginspirasi orang, mengajak orang untuk berpikir atau pun berbuat sesuatu yang baik. Dengan demikian sejarah yang Anda torehkan dalam hidup Anda adalah sejarah yang baik dan bermanfaat…(Ceilaaaa…bijak beneeeer he..he..he..)

Karena menjadi blogger tidak mengenal batas usia, pekerjaan, status, ataupun segala persyaratan rumit lainnya (dan bisa dilakukan ketika bos tidak ada di tempat he..he..he..), maka selagi ada waktu, tenaga dan kesehatan, saya cuma mau bilang, “Ngeblog yuuuuuk……”

2 thoughts on “Ngeblog Yuuuuk….

  1. #hmm…….ngeblog sebagaimana hal lainnya punya dua sisi mata pedang..

    tinggal milih make yang bagian mana…..

    Makhluk Maniez a.k.a Munyuk Mentel says:
    Semoga bagian yang baik aja yang dipake biar bisa menjadi ladang amal sekaligus sejarah yang indah terukir utk anak cucu…. ceilaaa… suit…. suiiiit…. duuuh bijaaaak beneeeer….abis makan apa ya tadiii………… wwkwkwk….

  2. setuju!!!!!!!!!

    ps:aku suka tulisan ini!

    Makhluk Maniez a.k.a Munyuk Mentel says:
    Waaaah senangnya ada yang sukaaa ma tulisankyuuuu….

    *muka bersemu merah jambu dengan hidung kembang kempis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s