Tahun Baru Enaknya Ngapain Ya…?


Tahun Baru akan tiba. Buat sebagian orang, Tahun Baru adalah saat-saat yang istimewa karena di saat itu mereka dapat berkumpul dengan saudara, teman atau pun orang –orang yang disayangi. Dari jauh-jauh hari, semua sudah sibuk dengan rencananya masing. Hotel-hotel pun sudah mengumumkan acara yang akan digelar untuk malam Tahun Baru dan banyak orang sudah membooking kamar hotel maupun vila mulai sebulan sebelum malam Tahun Baru yang dinantikan tiba. Menyenangkan sekali…

Tetapi ternyata ada juga yang tidak menyiapkan apa-apa karena keadaan yang memaksanya, yaitu harus tetap bekerja di malam Tahun Baru. Kalo bekerja di malam Tahun Baru bisa menghasilkan duit ratusan juta seperti yang dilakukan oleh para penyanyi terkenal ituh sih gak papa, tapi kan mirisnya udah bayarannya gak sebanyak mereka, udah gitu masih harus kerja lagi… Tapi bila orang-orang seperti mereka tak ada, hmm seperti apa repotnya dunia. Dimana pun selalu ada take and give sehingga dunia ini bisa seimbang. Buat orang-orang yang bekerja di pelayanan publik seperti waiter, perawat, polisi, petugas jalan tol, ataupun yang profesi mengharuskan bergadang di malam Tahun Baru seperti auditor, pekerja di stasiun tivi dan radio, ataupun teknisi jaringan sistim informasi, malam Tahun Baru haruslah dianggap sebagai malam yang tak ada bedanya dengan malam-malam biasanya. Lho kenapa begitu? Ya karena mereka harus bekerja di malam, yang menurut sebagian orang, istimewa. Bila mereka masih menganggap malam Tahun Baru itu istimewa, ya mereka harus bersiap dengan rasa tidak bahagia. Jadi khusus untuk orang-orang yang harus bekerja di malam Tahun Baru, perspektif tentang malam Tahun Baru yang istimewa harus diubah.

Namun buat beberapa orang (para jomblo terutama he..he..he..) yang kebetulan tidak harus bekerja di malam Tahun Baru, ketika ditanya apa rencana mereka untuk malam Tahun Baru? Maka jawabannya adalah nonton tivi dan tidur, lalu ada lagi yang menjawab dengan, “Paling beli DVD dan cemilan, trus tidur.” Wah standar sekali, biasa saja dan jauh dari kesan menyenangkan atau pun mengesankan. Padahal malam Tahun Baru adalah kesempatan langka untuk berkumpul dan berbagi bersama saudara dan kerabat yang mungkin di hari-hari biasa mereka semua sibuk dengan pekerjaan dan urusannya masing-masing. Kenapa tidak coba menciptakan sebuah acara yang akrab dan menyenangkan untuk dinikmati oleh orang-orang terdekat yang disayangi? Acara itu tentunya kan gak harus mahal, tetapi tetap mempunyai esensi silaturahmi di dalamnya. Bukankah manusia itu makhluk sosial?

Kalo saya sendiri, saya senang sekali mengundang saudara-saudara dan kerabat serta teman untuk berkumpul di rumah dan bersama-sama menghabiskan malam Tahun Baru dalam suasana yang akrab menyenangkan. Mungkin judulnya acaranya hanya bakar-bakar jagung, ikan ataupun sate, tetapi kebersamaan yang tercipta dan keakraban yang tumbuh, karena jarang bertemu akibat kesibukan masing-masing, dapat terobati. Lalu bagi mereka yang mungkin sedang susah hati karena masalahnya masing-masing, berkumpul bersama dalam suasana yang akrab dan santai bisa mengobati segala rasa yang ada. Kebersamaan dalam membuat bara api bisa menyala dengan baik, misalnya, (maklum tukang sate dadakan) dan bersama-sama menyiapkan bahan untuk dibakar bisa merupakan sebuah keasikan tersendiri. Biasanya sih selalu ada orang yang bertanya, “Kenapa mesti bakar jagung atau ikan sih?” Ya… soalnya kalo bakar ban bekas ntar malah dikira lagi demo menolak kenaikan harga BBM. Trus kalo bakar hati, itu mah gak perlu nunggu malam taon baru dan pake acara ngumpulin orang satu RT…wekekekekek…. Hidiiiih…pernah yaaaa…bakar-bakar hati…Hati ayam maksudnyaaaah…… 😉

Di tengah krisis ekonomi, harga-harga bahan pokok yang tinggi, gas yang sering hilang dari pasaran, minyak tanah yang kadang harus antre untuk didapat atau masalah keluarga, pasangan hidup, anak, pekerjaan dan lain-lain, berkumpul dengan orang-orang tercinta dan melupakan sejenak segala persoalan adalah sebuah cara yang menyenangkan dan efektif untuk menghabiskan malam Tahun Baru dengan bijak. Ya iyalah..daripada keliling kota pake mobil atau motor sambil tiup terompet (yang dah pasti nyaring bunyinya karena dah dicoba satu-satu ma abang pembuatnya) atau bermacet ria di jalan Sudirman dan sekitarnya? Wah enggak bangets deh. Untuk apa? Kurang efektif dan bermanfaat. Lalu bagaimana dengan kontemplasi dan membuat resolusi untuk tahun yang akan datang? Ah kontemplasi kan dapat dilakukan setiap hari, tak perlu menunggu sampai malam Tahun Baru tiba, demikian juga dengan membuat resolusi yang dapat dilakukan kapan pun. So.. Bagaimana… Sudah punya rencana untuk menghabiskan malam Tahun Baru?

5 thoughts on “Tahun Baru Enaknya Ngapain Ya…?

  1. mau bakar ban! gagagagaga….
    mau ngajak bokap-nyokap jalan2 ke bogor kayaknya. bakar kebon…

    Makhluk Maniez a.k.a Munyuk Mentel replies:

    Wakakakkak…. Kebon Raya jangan dibakar…nanti jadi terlalu meriah malam Taon Barunyah…

  2. belum tau…..tapi kayaknya harus tetep berusaha mencari sepiring nasi dan segenggam berlian…….

    Makhluk Maniez a.k.a Munyuk Mentel replies:

    Waaaaaaaaa…. Bagi-bagi dunks berliannyaaah…..😀 (Hati-hati dirampok, seluruh dunia bisa baca neh he..he..he..)

  3. kayak hari2 biasa ajalah. gakda yg istimewa kecuali… kita makin tua!

    Makhluk Maniez a.k.a Munyuk Mentel replies:

    Yaaa…Kenapa begitu…? Bukankah gegap gempita dan hura-hura di luar sebaiknya kita imbangi dengan silaturahmi di dalam bersama saudara dan orang-orang terdekat…??? Silaturahmi kan jg bisa memperpanjang umur….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s