Sudahkah Anda Menulis Hari Ini?


funny-cartoons-writer1

Salah satu penulis yang saya kagumi selain Mochamad Sobari, karena tulisan-tulisannya yang inspiratif, adalah Emha Ainun Najib. Buku apa pun yang ia tulis pastinya langsung saya beli karena saya merasa mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman baru di dalamnya. Karena mengikuti terus perjalanan karyanya, maka saya juga dapat merasakan betapa gaya dan bahasa penulisannya semakin lama semakin halus dan menarik terutama ketika sedang mengkritisi hal-hal yang berhubungan dengan pemerintahan orde baru.

Sebenarnya dari sekian banyak tulisannya ada satu buah tulisan hasil uneg-unegnya yang masih berkesan di benak saya. Mungkin uneg-uneg yang ia tulis di buku itu saya baca sekitar belasan tahun lalu, tapi entah mengapa sepertinya kok masih berkesan sampai sekarang.

Uneg-unegnya itu bermula dari sebuah surat di kolom suara pembaca sebuah surat kabar. Isi surat itu memohon pada para pembaca surat kabar tersebut agar sudi menyumbangkan sebuah mesin ketik padanya. Saat itu, komputer memang belum begitu dikenal seperti sekarang apalagi kok internet. Surat lamaran pekerjaan, proposal tulisan untuk media cetak semuanya dikerjakan lewat sebuah benda bernama mesin tik. Si penulis surat pada kolom suara pembaca itu memberikan alasan bahwa ia sedang menganggur. Ia mengatakan seandainya ia mempunyai mesin tik, ia tak akan menganggur lagi karena mesin tik itu akan ia gunakan untuk kegiatan menulis yang nantinya akan ia serahkan pada media cetak untuk dimuat.

Dari situ kemudian Emha mencoba mengkritisi si penulis surat tersebut dengan sebuah logika. “Apa hubungannya antara mempunyai mesin tik dengan kemampuan menulis? Apakah dengan mempunyai mesin tik lalu seseorang jadi otomatis pandai menulis dan kemudian tulisannya cukup pantas untuk dimuat dan mendapatkan imbalan? Karena bila seseorang memang sudah suka menulis dan tulisannya bagus untuk dibaca maka ketiadaan fasilitas sesungguhnya tidak akan menjadi halangan karena toh soal mengetik ia bisa menumpang ngetik di mana saja” Begitulah kira-kira argumentasi yang Emha ungkapkan.

Ia pun kemudian mengajak pembaca berlogika kembali dengan mengutarakan bahwa mesin tik itu hanyalah sebuah sistem. Bila si penulis surat tersebut memang berbakat menulis, bukankah ia bisa menumpang ngetik dulu, ataupun ia bisa menulis dengan tulisan tangan yang cukup rapi. Nanti ketika memang sudah dimuat dan mendapatkan imbalan barulah mulai membeli sebuah mesin tik.

Dalam tulisannya itu, Emha sebenarnya mencoba menyampaikan sebuah poin bahwa sebelum meminta fasilitas, tunjukkan dulu berbagai usaha yang sudah dikerjakan agar  calon penyumbang bisa bersimpati. Jangan belum apa-apa sudah meminta untuk disumbang. Calon penyumbang pastinya akan berpikir dua kali untuk memberikan sumbangan karena argumentasi yang diberikan tidak cukup kuat.

Emha sendiri ketika ditanya orang mengenai resep suksesnya menjadi seorang penulis,  dalam bukunya ia memberikan jawaban, “Pertama, doa ibu dan kedua rajin berlatih.” Jadi kemampuan menulis yang bagus itu tidak datang dengan begitu saja. Perlu sering berlatih menulis agar semakin lama tulisan yang dibuat semakin bagus dan berbobot serta kalau bisa (kalau bisa niiiih…dan seharusnya sih bisa… ) membawa manfaat buat pembacanya.

Hmmm… Karena saya seorang blogger, tiba-tiba saya ingin menyampaikan sebuah pesan sponsor. Pesan sponsor itu adalah “ngeblog itu juga ajang yang bagus untuk latihan menulis lho… “Kalo begitu…. sudahkah Anda menulis hal yang menarik di blog Anda hari ini?

4 thoughts on “Sudahkah Anda Menulis Hari Ini?

  1. belum. baru kemarin aja…. hihi…
    saya juga setuju sama MH. contohnya teman kantor saya, dia ga nuntut minta komputer baru, tapi dia menunjukkan kemampuan menulisnya yang hebat sehingga hari ini akhirnya dia mendapatkan memori komputernya meledak ari hanya 128 mb menjadi 1 giga. Waduuh… jika teman saya membaca ini, SELAMAT YAAAA!

    Makhluk Maniez a.k.a Munyuk Mentel replies:

    Wakakakakak… Saya yakin dia akan membacanya… Saya juga yakin bhw sebenarnya pertimbangannyah cm soal perbedaan harga yg tak seberapa antara naikin ke 500 mb atau ke 1 giga, dan yg plg mendasar adlh ketidakrelaan manajemen utk membiarkan org chatting ma browsing sharian, emanknyah charity foundation😆

  2. nulis tiap hari ya??
    pengen banget sih?? tapi….

    susah bo…
    pas didepan komputer, kayaknya semua nyang ada di otak pada kabur semua…

    tapi bukankah semua penulis hebat mengalaminya??
    berarti kita “on the right track” kan??

    salam kenal….
    mampir2 ya….

    Makhluk Maniez a.k.a Munyuk Mentel replies:

    Makanyah sampe ada istilah “Writer’s Block” ya karena sometimes ada kejadian seperti entuh…

    Salam kenal jugak… Mau kunjungan balasan tapi kok gak dikasi alamatnyah..😀

  3. tiap hari kerjaanku nulis laporan….

    Makhluk Maniez a.k.a Munyuk Mentel replies:

    Hmmm itu juga bisa digolongkan dalam urusan tulis menulis tapi gak bisa dishare di blog…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s