Antara Narsisme dan Kenyataan…


Seperti sebuah kalimat yang sering didengar dari negeri seberang yang bilang, “There is a hero in everyone,” maka saya boleh juga beropini kalau ada rasa narsisme dalam diri setiap pribadi.  Cuma saja kadar besarnya rasa narsisme pada diri setiap orang itu saja yang berbeda. Gak percaya?

not-very-photogenic-demotivational-poster

Coba saja Anda datang ke facebook, multiply, atau friendster, maka akan banyak ditemui foto sang pemilik blog dengan beragam gaya dan latar belakang gambar. Lalu kalau Anda datang ke tempat cetak foto, maka pastinya Anda harus bersedia mengantri karena ternyata banyak juga orang, para ABG terutama, yang bermaksud mencetak foto mereka yang sedang berpose sendiri atau pun dengan orang-orang terdekat mereka dalam berbagai momen dan kesempatan. Bahkan saking sadarnya bahwa rasa narsisme ini ada dalam diri setiap insan,  produsen hape dari merek tertentu pun sampai mendisain sebuah hape yang memiliki dua buah lensa. Dengan demikian, si pemilik hape bisa memotret dirinya kapan pun ia mau, tanpa bantuan orang lain, sehingga keinginan tuk bernarsis ria pun dapat terpuaskan he..he..he..

Foto, sebenarnya, tak hanya dapat menjadi ajang narsisme pribadi, tetapi juga berguna untuk mencatat sebuah memori. Memori buruk ataukah membahagiakan, semuanya bisa terekam dengan baik dalam sebuah foto. Karena foto memiliki cerita dan memori, maka ada seorang teman yang pernah bilang kalo ia lebih suka membuka kembali album lama ketika hatinya sedang susah. Melihat-lihat foto-foto berbagai momen yang pernah terekam membuatnya merasa terhibur.

Foto pun lebih bisa berbicara daripada goresan pena. Ketika Israel menyerang Palestina di awal tahun 2009, maka di milis pun banyak beredar foto-foto yang merekam kebiadapan zionis Israel. Betapa dalam foto itu banyak anak-anak yang terlihat menjadi korban kebiadapan dari mereka yang tidak mempunyai hati. Hanya dengan melihat adegan kekejian yang terekam di dalam sebuah foto, orang bisa langsung berempati dan merasakan apa yang sebenarnya telah terjadi.

Dengan foto pula, orang pun bisa sesekali mencoba menjadi orang lain, orang lain yang berpenampilan lebih baik dan lebih fotogenik tentunya karena software komputer yang ada memungkinkan seseorang dalam foto bisa terlihat jauh lebih cantik, lebih ganteng ataupun lebih muda dari aslinya. Karena faktor inilah foto bisa juga membuat orang kecewa karena kenyataan tak seindah bayangan. Tak heranlah bila pada suatu hari ada seorang blogger yang mengeluh dalam blognya betapa teman kopdarnya kecewa padanya serta mengeluhkan si blogger tersebut yang tak secantik dan sekurus dalam fotonya.

Foto bisa menggambarkan apa yang terjadi serta merekam sebuah moment penting ketika ia jujur, tanpa rekayasa. Tetapi foto pun bisa menjadi sumber bencana ketika ia direkayasa, wajah yang dicropping dan disatukan dengan tubuh yang lain yang sedang berbuat hal tak pantas, bisa membuat sebuah komitmen pernikahan berantakan dan juga membuat orang malu serta kehilangan harga diri.

Tetapi tak selamanya rekayasa itu buruk. Rekayasa foto alias mengedit foto diri sendiri dan untuk dinikmati sendiri pula, misalnya, manjur sekali untuk mengubah suasana hati yang sedang tidak bahagia menjadi kembali ceria. Apalagi ketika hawa nafsu untuk bernarsis ria tiba-tiba datang menggebu tetapi sayangnya modal dari sononya tidak mendukung, maka mengedit fotolah solusinya.

Cukup hanya dengan berbekal sebuah free software bernama Magic Photo Clinic, misalnya, sebuah software untuk mengedit foto bagi pemula, sudah bisa membantu mereka yang ingin tampil beda dari wajah aslinya. Wajah pun bisa dibuat terlihat lebih muda, lebih putih, atau dengan kata lain, terlihat jauh lebih menawan dari wujud aslinya. Diam-diam saya pun pernah berterima kasih pada mereka yang telah menemukan teknologi foto digital serta software yang user friendly ini. Karena  dengan semuanya itu secuil rasa narsisme yang ada dalam diri ini dapat terpuaskan. Yaaa walaupun mungkin hasil editan itu hanya mampir nongkrong di desktop, tapi rasanya sudah cukup menyenangkan.

Lalu untuk menguji sejauh mana foto yang telah Anda utak-atik itu sukses? Cukup hanya dengan menunjukkan hasil editan foto tersebut pada orang-orang dekat Anda dan lihat respon yang mereka berikan sudah bisa menjadi barometer.  Bila respon yang diberikan adalah, “Ini siapa?” atau “Lho kok beda ma aslinya? Atau malah hanya senyum-senyum geli tapi penuh arti maka itu artinya hasil editan foto Anda Sudah Sempurna… Sempurna jadi foto orang lain maksudnyah he..he..he… Tapi mungkin juga itu tandanya Anda sudah bisa mulai bernarsis ria di situs pribadi Anda sambil tak sengaja mengundang orang untuk bertanya-tanya, Hey..hey.. Siapa Diaaaa…😀

2 thoughts on “Antara Narsisme dan Kenyataan…

  1. fotonya munyuk.mentel manaaa dong yang sudah di-edit maupun yang belum (and im not talking about that monkey picture yaa)

    Makhluk Maniez a.k.a Munyuk Mentel replies:

    Hi..hi..hi.. aaaah… jadi malu neeeh…
    Hmm.. ntar yak, kalo dah bikin facebook😀 (Haaa hare gene gak punya facebook???..wkwkwkwk)

  2. loh aku kok baru baca artikel ini ya..hehehehe

    pertanyaannya adalah apakah narsis itu termasuk percaya diri atau gangguan jiwa???

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Narsis itu mungkin seperti bibit kanker yg ada pada tubuh setiap orang yg mana tidak berbahaya bila porsinya nggak over dosis, kalo dah over dosis yaaaa jd disebut psychological disorder….

    Lalu apakah narsis itu identik dengan percaya diri? Wah kalo menurut saya sih narsis itu gak identik dengan percaya diri karena banyak juga orang yang percaya diri tapi tidak lantas membuat mereka menjadi narsis. Narsis itu sptnya sebuah kecenderungan utk bilang secara tak langsung, Ini loh gueee…

    Orang menjadi narsis karena rasa kagum yang berlebihan pada diri sendiri walaupun tidak selalu kekagumannya itu diamini pula oleh orang lain😆
    (walaaaah dowone rek jawabaneeee…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s