Polisi Tidur? Setojoh…!!!


Orang Indonesia terutama yang bermukim di Jakarta pastinya sering kesal dengan banyaknya polisi tidur yang melintang di tengah jalan ketika sedang berkendara di jalan-jalan daerah perumahan.

Hampir di setiap 5 meter dari jalan-jalan di daerah perumahan pastilah ada polisi tidur yang melintang tanpa rasa berdosa sehingga memaksa pengendara untuk melambatkan laju kendaraannya. Btw, anyway, busway, kenapa juga istilahnya itu polisi tidur yak? Polisi kok pada tiduran di jalan seh, dah  getho pake acara dilindes bolak-balik lage… he..he..he..  Maap yak, buat pak polisi…bukan saya lho yang buat istilah inih. Tapi ada juga lho,  yang usul pake istilah polwan hamil. Lha istilah ini malah lebih tidak manusiawi lagi, dah tau lagi hamil kok ya malah dilindes… :D  Ok, balik lagi ke topik, buat pengendara mobil atau motor pastinya akan kesal ketika harus melewati rangkaian polisi tidur karena mereka harus sering-sering menginjak rem dan kopling kalau tidak mau kendaraannya meloncat dan penumpang yang ada di dalamnya terpental sampai menyentuh kap mobil.

Kekesalan pemakai kendaraan bermotor ini pernah juga ditangkap oleh sebuah perusahaan rokok yang kemudian dijadikan sebuah iklan cerdas yang mengkritik. Di situ diceritakan kalau orang di dalam mobil yang tengah melewati sebuah jalan di komplek perumahan sudah seperti berada di lantai dansa dengan musik hip-hop. Hal itu karena banyaknya polisi tidur yang terlalu dekat jaraknya membuat orang yang berada di dalam mobil itu jadi ikut terpental-pental. Lalu pertanyaannya, kenapa sih sepertinya kok tidak ada aturan, setiap rumah seenaknya membangun polisi tidur di jalan depan rumahnya sehingga akibatnya jarak antara polisi tidur yang satu dengan lainnya jadi begitu pendek. Tapi sebenarnya semua itu diawali dari kebiasaan mengemudi yang buruk yang sering dilakukan oleh para pengendara kendaraan motor itu sendiri. Mereka tetap berjalan kencang walaupun sudah tahu mereka sedang berkendara di jalanan sebuah komplek perumahan.

Buktinya, pada hari Jumat sore tanggal 1 Mei kemarin, si encep, kucing saya yang lucu, gendut dan selalu menyambut saya itu terpaksa harus kehilangan nyawanya karena ditabrak oleh supir taksi yang lewat di depan rumah dengan kecepatan tinggi. Kucing berusia dua bulan yang sedang lucu-lucunya itu tewas seketika di tangan supir taksi yang tak pernah merasa berkewajiban untuk melambatkan laju kendaraannya di jalanan perumahan itu.Saya tetap tidak bisa menyalahkan si encep karena telah seenaknya lari menyeberang jalan tanpa melihat ke kiri dan kanan dahulu. Apa sih yang bisa diharapkan dari kucing berumur dua bulan? Kucing itu masih kanak-kanak, persis seperti anak balita yang nalarnya belum jalan bahwa kalau menyeberang jalan itu mesti pelan-pelan dan lihat ke kiri dan kanan dahulu. Andaikan supir taksi itu berjalan pelan, ia pastinya masih punya waktu untuk menginjak pedal rem ketika ada anak kucing yang tanpa berpikir panjang seenaknya lari menyeberang jalan. Biar bagaimanapun, saya tetap menyalahkan supir taksi itu karena jalanan yang sangat sepi itu bukan berarti memberikan dia alasan untuk menginjak gas seenaknya.

Supir taksi itu sungguh masih beruntung karena hanya anak kucing yang ia tabrak sehingga ia bebas dari tuntutan hukum. Tapi besar kemungkinan satu hari ia bisa masuk penjara jika ia tidak mau mengubah pola mengemudinya, ngebut di daerah pemukiman penduduk. Keadaan jalan yang sepi pastinya tidak lantas menjadikan seorang pengendara bisa seenaknya memacu laju kendaraannya. Namanya juga daerah pemukiman, pastinya akan ada anak-anak yang lewat di jalanan perumahan itu. Entah itu untuk menyeberang ataupun hanya sekedar berjalan-jalan dan bermain-main di pinggir jalan. Dengan demikian, berhati-hati itu saya rasa sangat perlu.

Saya sendiri pun pernah pada suatu hari di sebuah perempatan jalan komplek perumahan, ketika sedang enak-enaknya berkendara,  tiba-tiba dari arah sebelah kanan, ada seorang balita yang lepas dari gandengan ibunya dan berlari tepat di depan mobil saya. Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila saat itu saya seenaknya menginjak pedal gas dalam-dalam hanya karena merasa jalanan yang saya lewati itu sepi.

Mungkin karena banyaknya orang yang hobi ngebut di Jakarta, maka saya pun  sering melihat papan peringatan yang tergantung di banyak mulut gang di Jakarta dengan tulisan: “NGEBUT BENJUT.” Dengan kata lain, “Awas Loe Kalo Berani Ngebut di Dalam Gang!!!” karena para pengendara motor pun sepertinya sering seenaknya ngebut di jalanan yang cuma selebar satu meter dan dipenuhi orang dewasa maupun anak-anak yang keluar masuk rumah mereka. Karena kejadian tentang si encep itu pula, saya kini tidak merasa kesal lagi ketika harus melewati banyak polisi tidur. Seandainya di depan rumah saya juga melintang polisi tidur, mungkin si encep masih bermain dengan lucunya di halaman rumah saya.

Siapa pun yang berkendara di jalan-jalan pemukiman penduduk, entah itu di sebuah gang atau pun di jalanan  yang memang muat untuk kendaraan roda empat, tolong pelankan laju kendaraan Anda tak peduli walau jalanan itu sepi. Bila ternyata hanya anjing atau pun kucing yang ditabrak, Anda masih beruntung karena belum dibuat undang-undang yang meminta Anda untuk bertanggung jawab pada keselamatan hewan berkaki empat bernama anjing atau kucing. Tapi bagaimana ketika yang Anda tabrak itu adalah anak manusia..??? Persoalannya pasti akan sangat rumit dan panjang. Sekali lagi, jangan pernah bernafsu untuk ngebut di jalanan di daerah pemukiman walaupun seringkali jalanan itu terlihat lengang… Percayalah, Anda tak pernah tahu dengan apa yang tiba-tiba muncul di depan Anda…

6 thoughts on “Polisi Tidur? Setojoh…!!!

  1. sama2 susah…
    cari hikmahnya adja dech

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Iya… Beneeer… Biar cuma kucing yang ditabrak, saya sedih lhooo…

  2. munyuk bisa punya kucing? munyuk ajaib pastinya…🙂

    turut berduka buat kucingnya, tapi saya rasa bukan tangan si supir yang membuat si kucing tewas. saya rasa justru kakinya, karena kakinya yang menginjak gas…

    *maap…nggak penting ya komennya, cuma ndobos aja kok…*

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Wakakakakak…. Bener juga yak… Kan kakinya yg nginjek gas😆
    Btw, don’t worry… Munyukmentel.wordpress.com menerima segala macam bentuk komen mulai dari yg plg gak penting sampe yg serius abiz….

  3. oh… im sorry for ur lost…😦 semoga encep bahagia…

    masa’ penumpang di dalam mobil terpental sampai menyentuh kap mobil!!!!😄 iya kalo kaca depannya bolong gegege…

    tapi benar, polisi tidur itu dibikin karena pengendara juga sih yang awalnya rese’, sekarang ya harus tanggung akibatnya. apalagi kalo polisi tidurnya ketinggian, mobil2 pendek harus repot miring sini-situ supaya ga nyangkut!!!

    tapi, bo… di new delhi, pengendara mobil lebih parah lagi. mereka ngebut bak di formula 1 padahal lagi jalan di gang. dan banyak orang dan sapi!!! dalam hal, ini orang indonesia lebih kreatif bikin solusi. tapi sebaiknya, polisi tidur itu dikoordinasi dari pemerintah setempat, karena kalo bikin sendiri2, suka ngaco dan hanya memenuhi kepentingan yang punya rumah di depan jalan itu. kadang ada yang ban belakang baru bebas dari jeglugan, ban depan udah nyium jeglugan lagi. wahhh…

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Thank you for your sympathy buat si encep tercintah… ^_^

    Polisi tidur yg ketinggian..?? He..he..he.. bener bangets nyusahin yak mesti super duper pelan and miring2 kesana kemari br gak nyangkut.

    Iya nih pemerintah daerah seharusnya bikin aturan yg jelas soal polisi tidur inih, biar jaraknya gak terlalu dekat dan juga gak terlalu tinggi… Dan juga mengatur sanksi ketika melanggar batas kecepatan maksimal saat melewati jalan-jalan di komplek perumahan…

  4. kalo gua boleh usul neh,
    Mengubah kebiasaan itu adalah hal paling sulit,biar dikasih polisi tidur sepanjang jalan yang namanya tancap gas tetep reflek otomatis.
    Nah, daripada ngebutdikasih “polisi tidur” gua lebih suka menerapkan aturan “NGEBUT BENJUT”.
    Hal tersebut lebih efektif dan sangat manusiawi.

    Pasang rambu2 “NGEBUT BENJUT”, kemudian siapkan peralatan2 penunjang seperti batu bata, sekop, golok, stik dll.

    Silahkan dicoba…… hehe

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Wadeeewww… Semoga ini bukan bukan suara hati seorang mantan preman kampung hehehehehe….

  5. siapa juga yang mau jagain traffic perumahan… weleh weleh…

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Wkwkwkwk… iya neh.. Lupaaa emanknyah komplek perumahan sipil entuh sama dg komplek perumahan ABRI yg supir angkot pernah kena sanksi dr petugas utk ngitungin jumlah pager sekitar perumahan gara-gara ngebut di jalan dpn komplek perum ABRI😀

  6. atau mending macan tidur aja biar gak berani ngelindes……

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Wkwkwkwk… Boleh juga tuh… drpd istilah polwan hamil yak..????
    Tp jadinya malah berasa spt di taman safaariiii….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s