Plis Deh… Stop Being So Self-Centered…


“Could you stop being so self-centered and look at me, I need your opinion here…” Kata-kata yang ia ucapkan pada saya yang tengah sibuk sendiri dengan aktivitas saya membuat saya kontan menengok ke arahnya.

Saya sudah hafal dengan kebiasaannya. Ketika ia sudah mulai berbicara dengan tidak memakai bahasa ibu yang biasa kami gunakan sehari-hari, itu berarti ia tidak senang dengan apa yang saya kerjakan. Kekesalan memang tak harus diungkapkan dengan makian atau pun kata-kata yang kasar, ada banyak cara yang bisa dipakai. Orang-orang di belahan barat sana misalnya, akan memanggil anaknya dengan nama lengkapnya ketika mereka ingin menunjukkan bahwa mereka tidak senang dengan kelakuan yang diperbuat anaknya seperti misalnya, “Susanna Elizabeth Theodora…can you get your ass here…!!!”

Sebenarnya teman saya itu hanya mau bilang, “Bisa gak sih loe, berhenti sebentar fokus ma diri loe… Gue juga butuh perhatian elo nih…” Kebanyakan orang memang tanpa disadari hanya sibuk dengan dirinya sendiri sehingga lupa bahwa orang lain pun butuh juga untuk diperhatikan. Seorang bapak yang hanya sibuk dari pagi sampai sore mencari uang mungkin lupa bahwa anak-anak dan istrinya pun perlu diperhatikan lewat obrolan santai dan ringan. Mungkin hanya sekedar pertanyaan ringan, “Gimana kamu di sekolah hari ini?” tapi sudah menunjukkan sebuah bentuk perhatian. Seorang ibu yang hanya sibuk dengan dirinya dan berbagai urusan sosialnya mungkin lupa bahwa keluarganya juga butuh perhatiannya, lupa bahwa anaknya yang sudah beranjak remaja juga perlu berbagi rasa. Juga seorang anak yang hanya sibuk sendiri dengan game dan komunitas di dunia mayanya seringkali lupa bahwa orang tuanya pun butuh diperhatikan. Untuk orang-orang yang hanya sibuk dengan dirinya sendiri seperti itu dibutuhkan satu kalimat yang bisa “menggetok” mereka, yaitu “Could you stop being so self-centered?”

Betapa kita semua hanya suka diperhatikan tetapi lupa untuk ganti memperhatikan. Betapa seringkali kita merasa bahwa hanya kitalah satu-satunya orang yang bermasalah. Hanya kitalah orang yang harus diperhatikan dan didengar. Kita sering lupa ketika kita senang untuk didengar, orang lain pastinya pun juga punya sikap yang sama, suka juga untuk didengar, dan itu membuat mereka merasa diperhatikan.Mungkin karena soal perhatian inilah akhirnya jejaring sosial bernama facebook bisa cepat sekali berkembang. Di facebook, orang-orang yang dikenal bisa saling merespon atas kalimat yang diberikan seseorang. Seperti misalnya ada yang menaruh kalimat pada status di facebooknya, “x is sad,” teman-teman si x ini langsung menanggapi dengan kata-kata,”Kamu sedih kenapa?” atau “Give X a big hug” atau dengan kata-kata yang menghibur lainnya. Komentar-komentar seperti itu sudah merupakan bentuk perhatian. Kita memberi komentar karena kita peduli. Tapi orang juga harus waspada untuk tidak terlalu sering mengeluh dan menyiarkannya dalam sebuah status di facebook karena orang yang membaca bisa-bisa akan langsung berkomentar, “ya ampyuuuuun cucian deh idup loe, isinya cm ngeluh molooo….”

Semangat untuk saling peduli dan memperhatikan dalam jejaring sosial facebook rasanya akan indah juga bila diaplikasikan dalam dunia nyata. Tapi sayangnya kebanyakan orang hanya sibuk dan fokus dengan dirinya sendiri sehingga lupa untuk menengok pada orang-orang di sekitarnya. Btw, anyway, busway….Sudahkah kita mencoba untuk mendengarkan satu suara saja hari ini dan berusaha untuk memperhatikan orang-orang di sekitar kita?

Tahukah kau siapa sahabatmu?

Mereka yang tertawa ketika kau bahagia

Dan berduka ketika kau sengsara

Tahukah kau siapa sahabatmu?

Mereka yang menegur dengan tak benarnya prilakumu

Mereka yang tau aibmu dan menutupinya untukmu

Tahukah kau kapan bisa bertemu sahabat sejatimu?

Ketika kau dalam keadaanmu yang tersulit

Dan mereka tak meninggalkanmu

5 thoughts on “Plis Deh… Stop Being So Self-Centered…

  1. Pertamaaaaaxxxxxzzzz.. yayaya.. jangan egois dunk.. bagi perhatian yang lain nyaaa
    Salam Sayang

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Selamaaaat Kang Boed…dah jadi yg pertamax….😀

    Iyaaaaaa jangan egois dunk, kayak Kang Boed inih..dah mau bagi-bagi perhatian ke blog sayah… huehehehehehe….

    Salam balik jugaaaa…..

  2. waaaahhhhhh saya terharuuuu…… artikel ini sangat menyentuh hati saya, sayang saya lupa contekan pidato terima kasih untuk saya bacakan di sini…

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Gak usah pidato, kayak pak RT aja bentar-bentar pidato…😛
    Cukup traktir gw di tempat yg elit gimanaaaaaa gitu….😀

  3. 😀

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Baiklah… itu saya anggap sebagai jawaban setuju…. =))

  4. sahabat adalah ada dalam suka dan duka
    betul?

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Betooooeeeeeeeeeeeelllllllllll………..

  5. didunianya si maya emang kadang beda ama didunianya si nyata.

    Ayo belajatr merhatiin orang lain juga….🙂

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Ah gak juga kok pak… Yg ada di dunia maya itu seringkali cerminan dari yg ada di dunia nyata…😀

    Mariiiii mulai memperhatikan sekitar kita…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s