Andai Susuk Bisa Buat…


sicokieframe

Buat sebagian orang yang bekerja di dunia pemasaran, istilah susuk alias pemanis untuk memikat calon pembeli sudah tak asing lagi. Susuk menjadi hal yang marak dipakai oleh mereka yang dalam pekerjaannya banyak berhubungan dengan orang banyak. Fungsi susuk selain sebagai pemanis sehingga bisa membuat orang menjadi lebih cantik dari aslinya juga bisa membuat orang terpikat sehingga akhirnya menuruti kehendak si pemakai susuk. Namun sayangnya teknologi metafisika berupa susuk ini hanya terbatas untuk meningkatkan penampilan, bukan untuk meningkatkan inteligensi atau pun berfungsi sebagai penjerat inspirasi.

Tapi ternyata orang Indonesia ini masih kental sekali hubungannya dengan hal-hal yg berbau metafisika ini. Coba saja Anda datang ke laman yang memuat layanan pelet, susuk dan sejenisnya, Anda bisa melihat pengunjung yang sedang online di situs itu mencapai angka lima puluhan. Takjub bukan?  Betapa banyak juga ternyata penggemar hal-hal begituan. Blog yang keren kek punya saya ini ajah (pembaca langsung pingsan) paling banter cuma lima orang, itu pun paling juga yang baca saudara dan teman serta saya sendiri  wkwkwk…menyedihkan.

Susuk, pelet, aji-ajian adalah cara singkat untuk bisa mendapatkan apa yang dimaksud. Untuk sebuah ajian pelet, misalnya, hanya dengan merogoh kocek sebesar 300 ribu rupiah, si pembeli jasa pelet dijanjikan dapat memikat si target hanya lewat media foto dan tanggal lahir (tuuuhhh kan, makanya saya gak mau naro foto saya di sini, ntar kalo dipelet trus sayahnya jadi melet-melet lidahnya gimana?…wkwkwkwk geer eeeuuuyyy). Tapi ya nggak tau juga sih, apakah dengan uang segitu, pelet yang dilakukan memang benar sudah cukup ampuh?

Lalu bagaimana dengan editor atau penulis misalnya? Apa bisa datang ke dukun lalu bilang, “Mbah, tolong kasi saya susuk agar dapat menulis buku laris setebal 300 halaman.” Dan sepulangnya dari Anda meminta susuk itu, terus tulisan Anda menjadi bagus dan banyak disukai orang hingga mencapai tingkatan laris. Andaikan bisa seperti itu, jangan-jangan saya langsung datang paling awal dan tanpa malu2 minta dipasangi susuk hahaha… Biarin, yang penting kan bukunya  jadi laris :p Bicara soal buku laris, ada yang menarik dan patut diamati dari para penulis buku terkenal ini. Penulis hebat itu kebanyakan biasanya datang dari latar belakang ekonomi yang tak terlalu bagus atau paling tidak, hatinya sedang terlunta-lunta (keren yak istilahnya😀 ).

Sebut saja JK Rowling, dia seorang janda  dengan anak yang harus dia hidupi. Dengan bermodalkan mesin ketik, ia memutar otak untuk menulis cerita yang selanjutnya ia kirimkan ke berbagai penerbit. Ia tidak memakai mesin fotokopi sehingga ia mengetik ulang naskah-naskah bukunya untuk dikirimkan ke penerbit. Begitu konon kabarnya. Nah demikian pula  yang terjadi dengan penulis novel klasik berjudul Jane Eyre, Charlotte Bronte si pengarang adalah seorang wanita miskin yang harus menumpang tinggal di rumah bibinya setelah ibunya telah meninggal dan di sana ia sangat dibedakan dari sepupu-sepupunya karena ia anak orang miskin. Tetapi dari keadaannya yang sengsara itu, ia bisa melahirkan novel hebat yang tak lekang ditelan masa. Karena itulah tak heran bila ada sebuah lagu yang indah dan banyak disukai, misalnya, justru terlahir ketika penciptanya sedang patah hatinya karena baru saja dikhianati oleh kekasihnya.

Tak salah bila seorang teman kemudian membuat kesimpulan, “Ternyata penulis hebat itu kebanyakan tadinya orang yang sangat susah hidupnya ya?” Dan dengan entengnya tanpa berpikir, saya cuma menjawab, “Nah jadi kesimpulannya, kalo loe belum bisa jadi penulis hebat, berarti hidup loe belum terlalu susah.” Benar-benar hipotesa yang absurd dan tak layak dipertanggungjawabkan kebenarannya. Banyak juga sih novel bagus yang ditulis ketika si pengarang tidak dalam keadaan terhimpit dan sengsara. Ya mungkin intinya, inspirasi terbaik biasanya hadir justru ketika seorang sedang dalam keadaan terjepit, atau dalam posisi di titik nadir (caelaaahhh aposeeehhh). Karena memang sudah kodratnya bila manusia mendapatkan kesulitan di satu sisi, maka di sisi yang lainnya ia mendapatkan kesenangan. Dunia ini memang penuh dengan keseimbangan. Sabda Sang Pencipta, “Lihatlah baik-baik hasil ciptaan-Ku, adakah yang tak seimbang di situ?”

Tapi kalo dipikir-pikir tulisan saya ini termasuk hebat juga ya, dari soal klenik seperti susuk bisa-bisanya bermanuver dan melenceng jauh ke soal penulisan hehehehe… Dan yang lebih hebatnya lagi, ada aja loh orang kurang kerjaan yang mau membaca tulisan saya ini. Salut buat Anda wakakakak…..

3 thoughts on “Andai Susuk Bisa Buat…

  1. tulisannya ngalir…
    ngalir kemana-mana ..,,
    tapi enjoy kok bacanya🙂

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:
    Wakakakak…dah kek pipa bocor yak?? Makaseh dah mau bacaaaa…🙂

  2. yang terpenting kita berusaha yg terbaik, pasti akan jadi lebih baik semuanya

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:
    Betul itu, Jeng…. Makasih dah mampir ke blogkuh…🙂

  3. Hmmm ikutan komen juga deh artikel yaaaach lumayan lah😀

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:
    Makasih dah komeennnnn….😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s