Buat Perempuan, Penampilan itu…


beautiful at heart

 

Bila ada makhluk yang paling peduli dan repot dengan penampilannya, pasti itu adalah  wanita. Karena itulah maka tak heran bila kita datang ke salon, sembilan puluh persen pengunjungnya adalah wanita. Karena wanita adalah makhluk yang selalu ingin tampil cantik maka tak heran  kini di Jakarta klinik-klinik kecantikan dan bedah estetika yang menggunakan teknologi tingkat tinggi seperti laser dan sebagainya pun bermunculan bak jamur di musim hujan.

Demikian pula bila kita menonton televisi, pasti akan ada saja bintang layar kaca yang wajahnya berbeda dan jauh lebih cantik daripada saat pertama kali ia muncul di layar kaca akhirnya sehingga memunculkan komentar, “Ih si X itu kok wajahnya beda ya sekarang, dulu perasaan gak kayak gitu.” Ya jelas saja berbeda, karena mereka biasanya mencoba mengkoreksi kekurangan yang ada pada wajah dengan jalan operasi plastik. Ada artis yang mengkoreksi bentuk hidungnya sehingga terlihat lebih mancung, ada lagi yang mengkoreksi bentuk matanya, dan ada pula yang mengoperasi daerah dadanya sehingga terlihat lebih berisi dan seksi.

Wanita selalu diidentikkan dengan keindahan, dan secara tak sadar lingkungan pun turut berperan menuntut makhluk yang bernama wanita ini untuk tampil indah menawan dalam segala kesempatan. Faktor luar akhirnya menjadi faktor yang paling diperhatikan. Untuk menggambarkan betapa wanita sangat peduli dengan penampilannya, di bawah ini ada beberapa cuplikan percakapan yang kebetulan terjadi dan tercatat dalam ingatan.

 

Bos Gede ke anak buah pengambil foto, “Awas yaaaa, kalo si X fotonya sampai keliatan tua. Soalnya dia udah operasi plastik berkali-kali. Kalo masih keliatan tua juga, bisa-bisa dia khusus datang dari Jepang cuma buat marahin kamu.” Dan si anak buah cuma bisa menjawab dengan kalimat, “Bereeeess Buuu…. Dia bakal keliatan muda deeehhhh….”

 

Lalu ada lagi percakapan seperti ini,

 

Makhluk Maniez: “Aduuuhhh foto gue ada di majalah, tapi di situ gue jadi keliatan gemuk dan ancur getoh. Sebel deh. Eh dah gitu, si X (nama disamarkan karena takut tenar) malah ketawa ngakak lagi abis ngeliat foto gue itu. Dasaaarr sopaaannn!!!”

Teman yang baik: “Mank foto loe ada di majalah apa sih?”

Makhluk Maniez: “Yaaa… Majalah baru terbit gitu sih, majalah tentang interior dan properti” (dan sekarang majalah itu benar-benar dah gak muncul lagi-red)

Teman yang baik: “Ooo tenang aja, gak banyak juga kok yang baca majalah itu.” (daaaannnggggg…. Jawaban yang menghibur sekaligus membuat speechless karena kebenarannya huehehehe…)

 

Hmmm…saya yang jelas-jelas bukan siapa-siapa aja, jadi begitu peduli dengan penampilan luar ketika foto akan dilihat oleh orang banyak, apalagi mereka yang profesinya yang memang menuntut seseorang untuk berpenampilan sempurna. Seorang teman yang kebetulan berprofesi sebagai seorang model sangat kebingungan untuk menurunkan berat badannya. Walaupun menurut saya dan teman-teman, dia sudah cukup kelihatan sebagai orang yang kurang gizi, tapi ternyata tak begitu menurut agen modeling tempat dia bernaung. Dia dituntut untuk dapat menurunkan berat badannya beberapa kilogram lagi sampai, menurut saya sih, malah terlihat seperti orang yang menderita anorexia jadinya. Tapi menurut si agen modeling, semakin kurus dan cuma tulang saja, semakin cantik dan mudah membawakan baju apa saja buatan sang desainer.

 

Soal tuntutan untuk terlihat menarik ini pulalah yang akhirnya membawa salah seorang pembawa acara di televisi untuk rela menjalani operasi kikis rahang sehingga bisa tampil lebih menarik. Operasi ini tentulah memakan biaya yang tak sedikit karena rahang yang ada akan dipotong sehingga mulut si presenter yang tadinya berbentuk cakil itu tak lagi nampak karena operasi ini. Ketika saya menanyakan kisaran biaya untuk operasi ini, seorang teman dengan “sangat sopannya” menjawab, ‘Halah udahlah percuma aja loe tau, loe juga gak bakal mampu…” Yang langsung disambut dengan derai tawa dan kata-kata setuju dari mereka yang kebetulan mendengar percakapan itu. Yaaa bener sih emank yang dia bilang ituuuuhhh, tapi mbok ya gak usah terlalu jujur kayak gituuuu…Jawab ajah seakan-akan eikeh ini mampu huehehehe….

 

Untuk soal penampilan ini, ada seorang teman lagi-lagi mempunyai ide bagus. Dia bilang, “Udahlah kayak Oprah Wimphrey aja, main di make up aja dan pede.”  Hmmm…. Ya ya ya….Jadi soal penampilan sebenarnya kembali lagi ke persoalan bagaimana kita menyikapinya. Mau ikut apa kata orang atau berani bilang pada diri sendiri, “Pede aja lagiiii..” Dan ada lagi satu kata-kata bijak dari seorang sufi yang pernah saya baca pada sebuah majalah religi yang sangat menarik sehingga menempel dalam memori saya, “Bila seseorang terlalu sibuk memperhatikan keindahan penampilan luarnya, maka percayalah biasanya batinnya rusak.” Hmmm… Benar, apa yang dikata, karena ketika seseorang hanya sibuk mendandani kecantikan luarnya, maka otomatis dia lupa dan juga tak tertarik pastinya untuk membenahi kecantikan hatinya, yang justru ironisnya merupakan faktor terpenting dari seorang manusia. Ceileeehhhh filosofis sekaleh sayah inih….

 

 

2 thoughts on “Buat Perempuan, Penampilan itu…

  1. aset yang paling berharga dalam diri kita adalah karakter kita

    Makhluk Maniez aka Munyuk Mentel replies:

    Iya bener…. makasih dah meninggalkan jejak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s